PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE


SEJARAH PENCAK SILAT

Pencak silat adalah seni bela diri asli Indonesia yang berabad-abad umurnya dan diwariskan secara turun-temurun dari generasi satu kegenerasi berikutnya.Menurut prof.Dr.Purbo Caroko dalam bukunya dituliskan bahwa Pencak Silat diteropong dari sudut kebangsaan Indonesia,wongso Negoro juga menuliskan dalam buku bahwa Pencak Silat adalah gerak serang dan bela diri yang berupa tari yang berirama dengan peraturan adat kesopanan tertentu yang biasanya untuk pertunjukan umum,

adapun ciri-ciri gerakan pencak silat Indonesia yaitu:

1. Bersifat lentur,halus dan lemas tapi tetap menggunakan tenaga pada saat- saat tertentu.

2. Tidak membutuhkan banyak ruang.

3. Lebih mengutamakan mengelak,memeindahkan serangan lawan dan mengunci dari pada membenturkan tenaga.

4. Banyak menggunakan tenaga lawan dengan memanfaatkan keseimbangan lawan.

5. sikap tangan selalu dekat dengan badab,kecuali saat melakukan penyerangan.

6. Tendangan tidak terlalu tinggi dan tidak banyak menggunakan permainan tengah

atau pun bawah.

7. Dalam melakukan serangan/tangkisan tidak banyak suara.

8. Banyak tian ringan dalam melangkah.

9. Sikap selalu tenang dan santai tetapi tetap waspada.

10. Menggunakan kecepatan,ketepatan dan kelincahan.

Meskipun ada ciri-ciri umum yang disebutkan diatas setiap daerah mempunyai ciri-ciri

khusus yang disebabkan oleh pengaruh budaya,keadaan wilayah,kepribadian dan pendidikan

setempat.

SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA SETIA HATI

SH didirikan oleh KI NGABEI SOERO DIWIRJO yang diawali dengan berdirinya sedulur tunggal kecer pada tahun 1903 dikampung Tambak Gringsing,KI NGABEI SOERO DIWIRJO pada masa kecilnya bernama MAS DHAN lahir Sabtu pahing 1869 (tidak diketahui tanggal dan bulan).Beliau keturunan bupati gresik,ayahnya bernama KI NGABEI SOERO MIHARJO mantri cacar daerah Ngimbang Jombang,dan berikut saudara-saudaranya beliau:

1.Mas Dhan/KI Ngabei Soero Diwirjo

2.Noto/Gunadi tinggal di Surabaya

3.Suradi/Adi tinggal di Aceh

4.Wongso Harjo tinggal di Madiun

5.Karto Diwirjo tinggal di Jombang

Saudara laki-laki ayahnya bernama KI Ngabei Soero Amiprojo sebagai Wedono di Wonokromo Surabaya,saudara sepupunya adalah Raden Mas Kusumo Dinoto sebagai bupati Kediri.Seluruh keluarga ini keturunan dari Bethro Kathong di Ponorogo,putra raja Brawijaya diMojopahit.Tahun 1884 beliau berumur 15th dan magang menjadi juru tulis sebagai Kontrolir diJombang,sambil belajar dan mengajar ngaji beliau belajar pencak silat yang merupakan dasar kegemaran beliau untuk memperdalam pencak silat dari pendekar-pendekar periangan,adapun jurus-jurus yang di peroleh yaitu:

-Cimande

-Cikalong

-Cipete

-Cibedhuyut

-Cimalaya

-Ciampas

-Sumedangan

Pada tahun 1886 beliau pindah ke Betawi dan bekerja di kantor Kontrolir Jakarta dan sekaligus memperdalam pencak silat disana dan mendapatkan jurus-jurus:

-Betawen

-Kwitang

-Monyetan

-Permainan toya

Tahun 1887 beliau pindah pekerjaan di kantor Kontrolir Padang,beliau berguru pada Datuk Raja Baduo di Ampengale kecamatan Pauh kota Padang,setelah Datuk Raja Baduo meninggal diganti adiknya yaitu Datuk Baduo.KI Ngabei Soero Diwirjo belajar selama 10 thn dan mendapat jurus :

-Bungus

-Sport de kock

-Alang Lawas

-Klinto

-Alang Lipe

– Sterlak

Sebagai tanda lulus beliau mempersembahkan pakaian hitam-hitam komplit pada gurunya.Di Padang beliau bertemu dengan Nyoman Ida Gempol,orang bali yang dibuang Belanda ke Padang,beliau berguru ilmu kebatinan yang ilmunya menjiwai KI Ngabei Soero Diwirjo dalam setia hati.Tahun 1897 beliau kawin dengan gadis di daerah Padang,pada tahun 1898 beliau dan istrinya pindah ke Aceh bersama adiknya untuk belajar pencak silat pada Tengku Achmad Ibrahim dan beliau memdapat jurus-jurus:

-Langsa

-Simpangan

-Kucingan

-Ginjai

-Taruntung

Salah seorang guru beliau yang bernama Nyoman Ida Gempol memiliki motto dan ilmunya yang dapat dimiliki saudara-saudara SH yaitu gerak lahir luluh dengan gerak batin,gerak batin tercermin oleh gerak lahir. Pada tahun 1900 beliau pindah ke Jakarta masinis stumbals lalu pindah ke bandung dan menceraikan istrinya yang dari padang.Tahun 1902 beliau pulang ke Surabaya dan bekerja sebagai Polisi Dinnar hingga mencapai pangkat sersan mayor.Di Surabaya beliau dikenal keberaniannya karena seringnya berkelahi dengan pelaut- pelaut asing.Tahun 1903 beliau mendirikan pencak silat dengan nama JOYO GENDILO C.M dikampong Gringsing dengan hanya 8 orang siswa yang didahului oleh 2 orang saudara yaitu Noto/Gunadi(adiknya sendiri) dan Kenevel(orang belanda)Tahun 1905 perkawinan yang kedua dengan ibu Sariati dengan 5 orang anak tapi semuanya meninggal dunia pada waktu kecil Tahun 1912 beliau berhenti sebagai polisi dan tahun 1917 beliau bekerja di DKA diSurabaya,lalu dipindahkan ke DKA Madiun dan beliau tinggal menetap di Winongo Madiun dania pun tetap aktif melatih pencak silat.Sejak itu di Madiun ada pasar malam,siswa JOYO GENDILO CIPTO MULYO berdemonstarsi dialun-alun dan banyak orang-orang yang kagum,akhirnya pun populer dan siswanya menjadi banyak.Atas usul dari saudara Osvia dan Mulo nama JOYO GENDILO CIPTO MULYO diganti menjadi SETIA HATI. Beliau menyetujui dan memang lebih serasi dengan tujuan kekeluargaan,keluhuran budi dan kautaman.Tahun 1933 beliau pensiun.Tahun 1944 beliau wafat di Winongo Madiun tepatnya hari Jum’at Legi 10 November 1944 dalam usia 75th. Pada pukul 14.00 wib. Beliau meninggalkan wasiat supaya pekarangannya di Wakafkan kepada SH dan selama Bu.Soero masih hidup tetap menetap disana menikmati pension beliau almarhum.Almarhum dimakamkan di Desa Winongo madiun dengan batu Nissan geranit dan di kelilingi bunga melati.

SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA PSHT

PSHT didirikan oleh KI Hajar Harjo utomo di desa Pilang bangan Madiun,beliau merupakan perintis kemerdekaan Republik Indonesia.Tahun 1905 beliau lulus dari sekolah Rakyat atau kelas dua(HIS),terus magang sebagai Guru di Bateng Madiun,tidak cocok bakatnya lalu pindah kerja di SS (PJKA) sebagai leering bempte di Bondowoso,Panarukan dan Tapen. Sikap beliau terlalu berani pada atasan lalu meninggalkan pekerjaan dan pulang ke Madiun. Tahun 1916 beliau kawin dan bekerja di pabrik Gula Redjo Agung Madiun.Tahun 1917 beliau keluar dari pabrik gula dan menunggu panggilan kerja di Rumah Gadai selama 1th,sambil menunggu panggilan tersebut beliau kerja harian di stasiun KA Madiun dan beliau pun mendirikan perkumpulan HARTA JAYA yang bertujuan memberantas rentenir.Pada tahun inilah beliau nyantrik pada KI Ngabei Soero Diwirjo menjadi orang yang disayang oleh KI Ngabei Soero Diwirjo.Tahun 1922 beliau mendirikan pencak silat SH di Pilang bangau Madiun dengan nama PENCAK SPORT CLUB dengan dasar keberanian untuk melawan penjajah Belanda dan beliau keliling di Daerah Kediri,Nganjuk,Kertosono,Lamungan,

Jombang dan solo. Dengan kegiatan tersebut beliau sering keluar masuk tahanan karena sering ditangkap Belanda dengan tuduhan SH Pilang bangau dicurigai sebagai tempat berkumpulnya para Patriot Indonesia untuk melawan Belanda. Tempat-tempat latihan SH juga sering dibubarkan oleh belanda, sehingga latihannya sering juga berpindah-pindah tempat.Lalu untuk mengelabuhi Belanda nama SH diganti dengan nama PSC (Pemuda Sport Club),akhirnya saat itu beliau ditangkap lagi oleh belanda dan ditahan di Madiun dan dibebaskan pada tahun 1925,dan saat dibebaskan dari tahanan putrinya yang bernama Harsani meninggal dunia dengan umur 1,6th. Tahun 1926 beliau ditangkap belanda lagi ,saat itu ibu Harjo Utomo sedang mengandung,karena

didalam penjara Madiun ada pemberontakan dan beliau pun ikut terlibat hal tersebut sehingga tahanannya ditambah 5th lalu dipindahkan ke Buih Cipinang Jakarta selama 2bln dan dipindahkan lagi ke Buih Pandang panjang Sumatera.

Tahun 1932 beliau pulang dari pembuangan dalam penderitaan keluarga,akhirnya beliau tidak mengajarkan pencak silat lagi secara keliling dan hanya mengajar di Pilang bangau Madiun. Adapun penghidupannya selalu tidak tetap dan beliau juga pernah ditolong , untuk menjadi Redaktur harian dan sebagai Okrol/Pengacara.Tahun 1942 pada masa pendudukan Jepang atas usul saudara SH PSC yaitu sdr.Suratno Sureng pati nama PSC diganti dengan nama PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE sampai sekarang dengan dasar tanpa organisasi atau dengan dasar PERSAUDARAAN.Tahun 1948 atas usul sdr.Soetomo Mangku Joyo,Jendro Harsono dan Saudara Soemadi diadakan konverensi PSHT di Pilang bangau dirumah sdr.Hardjo Utomo dengan hasil bahwa PSHT diorganisasikan secara formal dengan pengurus:

Ketua pusat : Sdr.Soetomo Mangku Joyo

Wakil ketua : Sdr.Jendro Harsono

Sekretaris : Sdr.Soemadji

Tahun 1950 Sdr.Mangku Joyo pindah ke Surabaya dan Jendro Harsono pindah ke Kediri akhirnya pimpinan pusat dipegang oleh Sdr.Ersad, sekertarisnya Bambang soedarsono.akhirnya pada tahun 1952 KI Hajar Harjo Utomo meninggal dunia karena penyakit darah tinggi.Jadi PSHT didirikan pada tahun 1922 di Madiun sebagai pusat organisasinya dan lebih terorganisir dengan adanya cabang-cabang maupun ranting- ranting.

Ketua-ketua PSHT:

1.Sutomo Mangku joyo tahun 1948-1950

2.Irsad tahun 1950-1974

3.RM Imam Kusupangat tahun 1974-1977

4.Badini tahun 1977-1981

5.Drs.Tarmaji Budiharsono tahun 1977- sekarang

DASAR DAN AZAS PSHT

1. PSHT berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 negara RI

2.PSHT berazaskan persaudaraan atau kekeluargaan yang kekal,keolahragaan,kesenian,

beladiri dan kerohanian

3.PSHT tidak berafiliasi/memihak pada aliran politik manapun Ilmu dalam PSHT merupakan sumber pondasi dari pada cara berfikir, tindak-tanduk dan pengambilan suatu keputusan dari suatu permasalahan .Maka dari itu PSHT bisa guyub rukun yang kekal abadi sehingga ada kaitannya juga dengan langgengnya PSHT yaitu dalam persaudaraan harus ada saling pengertian,saling sayang menyayangi dan saling tanggung jawab.Dengan adanya hal-hal tersebut maka persaudaraan yang dijalin dalam organisasi pencak silat PSHT bisa abadi selama-lamanya.Sedangkan ilmu yang diajarkan dalam PSHT yang utama yaitu ilmu Setia Hati, yaitu ilmu untuk mengenal diri pribadi sebaik- baiknya,karena warga yang sudah bisa mengenal dirinya sendiri maka ia tidak sulit untuk mengenal diri pribadi orang lain,bila bisa menasehati diri sendiri maka ia tidak sulit untuk menasehati orang lain dan bila iabisa memimpin diri sendiri maka ia tidak sulit untuk memimpin orang lain.

AZAS KEPEMIMPINAN

Azas kepemimpinan yang baik adalah:

Kepemimpinan yang mengandung kebenaran funda mental yang digali dari kepribadian/kebudayaan bangsanya.Oleh sebab itu azas kepemimpinan di Indonesia haruslah berlandaskan falsafah bangsa Indonesia yaitu Pancasila. Dan organisasi pencak silat PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE juga memiliki dasar atau landasan Pancasila.Manifestasi kepemimpinan Pancasila dijabarkan dalam 11 asasi,yaitu:

1.Taqwa:Bertaqwa kepada Tuhan YME dengan sesungguhnya sehingga ikhlas dalam menjalani perintah dan laranganNYA.

2.Ing Ngarso Sung Tulodho:Seorang pemimpin harus berdiri didepan dan bisa memberikan contoh suri tauladan yang baik,menjauhkan diri dari perilaku yang tidak hormat.

3.Ing Madyo Mangun Karso:Seorang pemimpin harus mampu menggugah semangad anak buahnya melalui hubungan dan dialog yang akrab,kekeluargaan,terbuka,obyektif

dan saling pengertian.

4.Tut Wuri Handayani: Seorang pemimpin harus mampu memberi dorongan pada anak buahnya agar tidak sewenang-wenang dan agar berprestasi.

5.Waspodho Purbawasesa:Seorang pemimpin harus selalu waspada serata sanggup dan berani memberikan koreksi yang benar pada anak buahnya dan selalu mencegah pengaruh- pengaruh negatif yang dapat merusak mental dan moral maupun disiplin anggota.

6.Ambek Parumarto: Seorang pemimpin harus dapat memilih dengan tepat mana Yang harus dilakukan yang bisa mendapat prioritas dalam melaksanakan dalam program kerjanya.

7.Prasojo: Seorang pemimpin harus memiliki perilaku yang lebih baik,kreatif dalam berpikir dan mampu menangani segala permasalahan yang ditangani.

8.Setia:Seorang pemimpin harus mempunyai sikap yang loyal/rela demi bawahan dan organisasi.

9.Gemi Nastiti: Seorang pemimpin harus dapat membatasi pengeluaran dan penggunaan keuangan organisasi (Hemat)

10.Bloko: Seorang pemimpin harus memiliki kerelaan,berani tanggung jawab,berani mengakui kesalahan dan memiliki watak setia tidak menutupi suatu kekurangan apapun.

11.Legowo Memiliki kerelaan atau keikhlasan saat menyerahkan tanggung jawab pada generasi berikutnya.

PANCA DASAR PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE

Dalam PSHT kita tidak hanya belajar pencak

silat atau beorganisasi tapi lebih dari itu

maka dari kita mengenal adanya 5 dasar

PSHT , meliputi :

1.Persaudaraan.

2.Olahraga.

3.Beladiri.

4.Kesenian.

5.Kerohanian / Ke – SH – an .

1. Persaudaraan:

Persaudaraan adalah suatu hubungan batin

antara manusia dengan manusia yang

sifatnya seperti saudara kandung dan ini

ditanamkan sejak siswa mulai mengecap

pelajaran PSHT.

Dengan persaudaraan , manusia di akui dan di perlakukan sesuai dengan harkat martabatnya sebagai makhluk Tuhan yang sama derajatnya.

Perlakuan ini tanpa membedakan hak dan kwajiban azasinya , kedudukan sosial

ekonomi , keturunan , agama & kepercayaan , jenis kelamin dll. Yang mana Persaudaraan dalam PSHT bersifat kekal dan abadi.

2. Olahraga:

Pengertian olahraga di sini adalah mengolah

tubuh / raga dengan gerakan2 pencak silat

yang terdapat dalam PSHT.

Adapun manfa’at pencak silat:

– Memperbaiki suasana hati.

– Menumbuhkan rasa percaya diri

– Mengurangi stress

– Menguatkan otot tubuh

– Membantu proses metabolisme dalam tubuh

– Membina kekuatan , kecepatan , ketepatan dan keseimbangan

3. Beladiri:

Dengan pencak silat yang di jiwai oleh pengenalan kepada sang pencipta dan diri pribadi maka pencak silat berfungsi sebagai alat membela diri untuk mempertahankan kehormatan. PSHT tidak mengajarkan beladiri asing ,karena pencak silat yang berakar pada budaya asli Indonesia tidak kalah mutunya dengan beladiri asing . Dengan demikian PSHT ikut mempertahankan dan

mengembangkan kepribadian bangsa Indonesia.

4. Kesenian:

Seni adalah keindahan , dimana kesenian

dalam pencak silat dapat berbentuk permainan tunggal , ganda atau massal. Adapun tujuan seni dalam pencak silat :

– Memelihara kaidah pencak silat yang baik dengan menumbuhkan kelenturan ,keluwesan dan keindahan gerakan yang dihubungkan dengan keserasian irama.

– Sebagai latihan dalam pengembangan aspek keserasian dan keselarasan yang diharapkan dapat berpengaruh dalam sikap dan perilaku hidupnya.

5. Kerohanin / Ke – SH – an:

Di dalam PSHT , kerohanian sering di sebut dengan ke – SH- an . kerohanian merupakan sumber azasi Tuhan YME untuk mencapai Manusia yang berbudi luhur guna kesempurnaan hidup .

Adapun tujuan kerohanian dalam PSHT adalah

Untuk mendidik anggota PSHT yang berjiwa setia

hati agar di dalam menempuh kehidupan ini

memperoleh kebahagian dan kesejahteraan

lahir batin dunia dan akhirat . Ajaran PSHT Lewat konsep pembelajaran yang terangkum dalam Panca Dasar tersebut PSHT berupaya membimbing warganya untuk memiliki lima watak dasar yaitu :

1. Berbudi luhur tahu benar dan salah serta

bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2. Pemberani dan tidak takut mati.

3. Berhadapan dengan masalah kecil dan

remeh mengalah, baru bertindak jika

menghadapi masalah prinsip yang menyangkut harkat dan martabat kemanusiaan.

4. Sederhana.

5. Mamayu Hayuning Bawana

(berusaha menjaga kelestarian, kedamaian, dan

ketentraman hati).

SEMBOYAN PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE

Selama matahari terbit dari timur, selama bumi masih dihuni manusia dan selama itu pula PSHT akan abadi jaya selamanya.

ARTI LAMBANG BET PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE

1.Segi Empat:

4 kiblat 5 pancer yang dimiliki manusia yaitu

– cipta (daya pikir),

– rasa (perasaan),

– karsa (kemauan),

– jiwa (rokhani) dan

– raga (jasmani).

2.Dasar warna hitam:Melambangkan kekal abadi,yaitu persaudaraan yang dijalin setiap anggota PSHT selalu kekal dan abadi selama-lamanya (bagaikan saudara sekandung sendiri)

3.Hati putih berbatas warna merah:

Hati melambangkan cinta kasih,putih melambangakan kesucian,batas merah melambangkan kebaranian.Artinya cinta kasih yang diberikan warga PSHT bersifat tulus ikhlas tapi ada batasnya.

4.Sinar putih yang memancar dari hati:

a.Melambangkan jalannya hukum karma.yaitu hukum gaib dari Tuhan yang berlaku dalam tata kehidupan manusia yang terjadi secara adil dan tidak memihak.Dalam berpakarti dan berkarya hendaknya selalu ingat bahwa segala sesuatu itu ada buah dari pakarti dan karya tsbt,ibaratnya nandur telo tukul telo nandur pari tukul pari.

b.Melambangkan pancaran cinta kasih. Artinya yaitu warga PSHT harus sanggup memberikan cinta kasih atau perwujudan kepada segenap umat Tuhan tanpa mengharap imbalan apapun.

c.Melambangkan sinar terang. Artinya yaitu warga PSHT harus sanggup menciptakan suasana bahagia dan sejahtera lahir batin terhadap lingkungan dimana ia berada.

5.Bunga terate.

a.Melambangkan bunga yang indah dan megah. Artinya yaitu warga PSHT harus simpatik dan berwibawa.

b.Melambangkan ketahanan hidup dimana saja,walaupun tinggal satu biji tetap bertunas dan hidup. Artinya yaitu PSHT diharapkan mampu berdiri dan berkembang dimana saja dan warga PSHT harus mempunyai sikap hidup yang dinamis,mampu menyesuaikan pada lingkungan tanpa terpengaruh lingkungan yang kurang baik.

6.Bunga terate terdiri dari kuncup,setengah mekar dan mekar. Artinya yaitu Walaupun warga PSHT terdiri dari berbagai macam lapisan masyarakat,dari lapisan terendah hingga lapisan yang paling tinggi,namun semuanya saudara yang sederajat tanpa membedakan suku,agama,golongan-politik,kekayaan,kepandaian dan sebagainya.

7.Pita tegak berwarna merah diatas warna putih.Melambangkan keberanian atas dasar kebenaran.Artinya yaitu Warga PSHT diharapkan menjadi manusia pemberani atas dasar kebenaran,dengan semboyan berani karena benar takut karena salah.

8.Senjata. Selemah-lemahnya makhluk hidup pasti memiliki alat untuk melindungi diri,jadi senjata merupakan alat untuk membela diri.

9.Tulisan PERSAUDARAAN. Artinya yaitu didalam membina anggotanya,PSHT mengutamakan kekalnya tali persaudaraan dan pencak silat hanyalah sebagai sarana saja.

10.Tulisan SETIA HATI. Artinya yaitu warga PSHT diharapkan selalu setia pada hatinya sendiri dan percaya pula pada dirinya sendiri.

11.Tulisan TERATE. Artinya dapat diambil dari bunga terate.

ARTI WARNA SABUK/BAN/IKAT PINGGANG

1.Hitam/polos: (tidak tau apa-apa) Warna ban pada tingkat awal sebagai siswa PSHT ini sesungguhnya tidak ada atau tidak berwarna karena polos mengandung pengertian suatu

keadaan yang masih lugu,kosong atau gelap.Pada tingkat polos siswa belum tau apa-apa tentang ilmu PSHT walaupun sebelum menjadi siswa PSHT sudah pernah mengikuti perguruan silat lain.

2.Jambon: Bila warna merah melambangkan keberanian maka warna jambon atau merah muda juga berarti keberanian tapi penuh dengan perhitungan.Jadi dalam menghadapi dan menyelesaikan suatu masalah,siswa tingkat jambon diharapkan memiliki keberanian yang memiliki perhitungan,tidak asal berani begitu saja, karena keberanian tanpa perhitungan akan mengakibatkan kegagalan dalam penyelesaiannya.

3.Hijau: Warna hijau melambangkan suatu harapan,jadi siswa tingkat hijau dapat dikatakan sudah memiliki harapan untuk disahkan menjadi warga PSHT mengingat pelajaran yang diperoleh mencapai jurus 20. Berdasarkan pertimbagan tertentu dari pengurus cabang,siswa tingkat hijau dapat di ijinkan untuk mengikuti pengesaan dengan catatan setelah disahkan wajib menjadi asisten pelatih dan meneruskan pelajarannya sampai tuntas.

4.Putih: Warna putih melabangkan kesucian atau keberanian,siswa tingkat putih diharapkan sudah mulai mempersiapkan diri menjadi warga PSHT dengan jalan menjaga sikap,tingkah laku,kata-kata maupun perbuatan pada hal-hal yang bersifat baik,putih,suci atau bersih agar nantinya berhasil disahkan menjadi warga PSHT tanpa aral melintang.

ARTI GERAKAN PEMBUKAAN SAMBUNG PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE

1. Sikap Berdiri Tegak, kedua telapak tangan merapat,kedua jari menempel ulu hati dan jemari mengarah keatas.

Artinya Percaya dan mengakui adanya tuhan yang maha esa,menyatukan diri,memohon kekuatan dan perlindungan,serta pasrah dan berserah diri kepada tuhan yang maha esa.

2. Kaki Kanan Di geser kesamping 15 derajat (mbegagah).

Artinya gagah perkasa, dan berjiwa kesatria ( luwih becik mati mbegagah tinimbang mati nguncup,tangan nekuk dengkul).

3. jari telunjuk dan tengah.

Artinya Sikap tidak memancing masalah dan yakin bahwa pada hakekatnya didunia ini terdapat dua hukum kehidupan,ada siang ada malam,ada bulan ada matahari,ada kalah ada menang, dsb.

Jari Telunjuk Dan Jari Tengah Menunjuk Ke Bawah.

Artinya Menunjuk Kepada Ibu Pertiwi (bumi). yakin bahwa salah satu unsur kehidupan kita adalah tanah/bumi atau sering disebut ibu Pertiwi.

4. Jari Telunjuk Dan Jari Tengah Menunjuk Ke Atas.

Artinya Menunjuk Kepada Bapa Angkasa (angin/langit). yakin bahwa salah satu unsur kehidupan kita adalah angin/langit atau sering disebut Bapa angkasa

5. Jari Telunjuk Dan Jari Tengah Di Tempelkan Ke Pelipis.

Artinya eling (ingat) dan percaya pada diri sendiri.

6. Jari Telunjuk Dan Jari Tengah Menunjuk Ke Lawan.

Artinya Menunjuk Kepada Lawan,

7. Jemari Tangan Kanan mengepal dan Dipukulkan Dengan Di ikuti Pandangan mata ke-arah lawan.

Artinya Sikap yakin dan percaya bahwa lawan bisa dikalahkan atau segala permasalahan bisa diselesaikan.

8. Tangan kiri disikutkan ke depan (menagkis), bersamaan memindahkan berat badan dari kaki kanan ke kaki kiri, tumit belakang jinjit serta memutar badan setengah lingkaran dan Kembali Seperti Gerakan Awal 2-7 .

Artinya Penuh Tanggung Jawab, Kuat Memikul Beban Seberat Apapun,Hati-hati Dalam Bertindak,Setelah berhasil menyelesaikan permasalahan maka harus segera menutup permasalahan itu lebih dahulu dan kemudian melangkah pada permasalahan yang lainnya.

PENGEMBANGAN ILMU PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE

Sebagai anggota PSHT kita harus mampu menerapkan berbagai macam ilmu yang sederhana saja namun banyak akan manfaatnya,diantara ilmu tersebut yaitu ilmu padi yaitu semakin merunduk semakin berisi.Orang yang ilmunya tinggi orang itu pasti bersikap andap asor,sopan santun,rendah hati dan tidak sombong.Namun jika orang yang ilmunya rendah kebanyakan orang itu bersikap adigang adigung adiguno atau istilah jawanya mentheng kelek, ibaratnya padi kalau semakin berisi semakin merunduk dan jika tidak berisi semakin berdiri tegak. Adapun ilmu yang bermanfaat dalam hidup ini adalah ilmunya sunan Kali jaga yaitu menutup kali songo yang ada dalam diri kita,artiya merawat dan memelihara sebaik mungkin Sembilan lubang pada tubuh kita ini dan menghindarkannya dari segala kegiatan yang menuju kemaksiatan.Dan yang lebih penting lagi yaitu janganlah kita sekali-kali berbuat kemaksiatan atau melanggar perintah Allah swt,karena segala macam yang ada di dunia ini hanya Allah yang Kuasa atas apapun.Maka dari itu marilah kita selalu berjalan dijalan yang telah ditunjukkan Allah swt,yaitu menuju jalan yang lurus dengan menjalani perintahnya dan menjauhi larangannya.

PEDOMAN PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE

Dalam PSHT juga memiliki beberapa pedoman ataupun sanepan (jika berbahasa jawa), itu adalah kata-kata bijak yang mengandung arti penting,diantaranya yaitu :

1.Cilik ora kurang bakal gede ora turah bakal,waton keno dak ingeti ora ilang tak kedhepi ,isih ujud manungso jalok opo bakal tag ladeni.

2.Sepiro gedhene sengsoro yen tinompo amung dadi cobo

3.Nandur pari tukul pari,nandur telo tukul telo utowo nandur becik tukul becik nandur olo tukul olo.

4.Menunda pekerjaan berarti memperpanjang pekerjaan.

5.Wong linuweh iku kudu biso ngepek ati lan ngepenakake liyan.

6.Wong kang ora gelem ngudi kabecikan iku prasat setan.

7.Ojo pisan-pisan nyacat dening liyan,amarga ora ono wong kang tanpo cacat.

8.Wong golek iku yen wes oleh weweh,yen wes weweh ngengeh.

9.Sing sopo menang sa wenang-wenang ora bajal lestari anggone menang,nanging yen kalah ora ngakoni kalah bakal lestari anggone kalah.

10.Guno lan topo iseh kalah marang wong kang sabar lan narimo.

11.Suro diri joyo ningrat lebur dening pangestuti.

12.Sopo suci bakal adoh beboyo pati,sopo kakean milik bakal kaliren wekasane.

13.Orang itu tidak akan berhasil dalam segala hal tanpa didahului disiplin.

14.Orang bodoh itu bisa dipintarkan,tapi jika males sukar untuk diajak maju.

15.Ojo seneng gawe gendro jalaran gawe gendro iku sipating demit.

16.Yen siro dibeciki dening liyan tulisen ing watu supoyo ora ilang lan tansah kelingan,yen siro gawe kabecikan tulisen ing lemah ben ilang lan tansah ora kelingan.

17.Tingginya ilmu seseorang bukan jaminan suatu kemenangan,tingginya keberanian pun juga bukan jaminan suatu kemenangan,tapi dari rangkaian keberanian,tingginyailmu,ketabahan dan taktik lah yang bakal menentukan.

18.Orang menangis dalam kebahagiaan itu banyak tapi orang yang terawa dalam penderitaan itu tidak banyak,maka dari itu siapa yang bisa menyelesaikan penderitaannya dengan senang hati adalah orang hebat.

19. Musuh jangan dicari kalau bertemu jangan lari.

(3N:Ngalah-Ngaleh-Ngamuk)”.

FALSAFAH PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE

“Manusia Dapat Dihancurkan; Manusia Dapat

Dimatikan; Tetapi Manusia Tidak Dapat

Dikalahkan, Selama Manusia Itu Masih Setia

Pada Hatinya Sendiri.

“Sephiro Gedhening Sengsoro Yen Tinompo

Amung Dadi Coba”

yang berarti sebesar apapun penderitaan apabila diterima dengan hati yang ikhlas maka hanya akan menjadi cobaan semata.

“Olo Tanpo Rupo Yen Tumandhang Amung Sedelok”

yang artinya setiap kesusahan,keburukan, dan masalah-masalah apabila

dijalani dengan senang hati maka akan hanya terasa sebentar saja.

“Tega Larane, Ora Tego Patine”

yang artinya bahwa orang SH Terate itu berani untuk menyakiti seseorang namun hanya kalau dengan niat untuk memperbaiki bukan merusak.

“Sak Apik-apike Wong, Yen Aweh Pitulung Kanthi Cara Dedhemitan”

yang artinya adalah sebaik-baiknya manusia jika memberi pertolongan dengan iklas dan tanpa pamrih, tidak perlu diketahui oleh orang lain.

“Suro Diro Joyo Diningrat Lebur Dening Pangastuti”

yang artinya segala kesempurnaan hidup (Kesaktian, Kepandaian, Kejayaan, dan Kekayaan)

dapat diluluhkan dengan budi pekerti yang luhur.

“Satria Ingkang Pilih Tanding”

yang artinya adalah Kestria yang hanya mau melawan orang yang mampu menghadapinya, bukan orang yang lebih lemah dari padanya.

“Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan”

yang artinya jangan sakit hati bila musibah menimpa dirinya dan jangan bersusah apabila kehilangan sesuatu.

“Ojo Seneng Gawe Susahe Liyan, Opo Alane Gawe Seneng Liyan”

yang artinya jangan suka membuat orang lain bersusah dan tiada buruknya membuat bahagia orang lain.

“Ojo Waton Ngomong, Ning Yen Ngomong Sing Gawe Waton”

yang artinya jangan hanya sekedar bicara, namun apabila bicara harus bisa dibuktikan.

“Ojo Rumongso Biso, Ning Sing Biso Rumungso”

yang artinya janganlah merasa paling bisa namun sadar diri atas apa yang dapat dilakukan orang-orang disekitar kita.

“Ngunduh Wohing Pakarthi, Sopo Nandur Bakal Ngundhuh”

yang artinya adalah siapa yang berbuat pasti akan menerima hasil perbuatanya.

“Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara”

yang artinya Manusia hidup di dunia harus

mengusahakan keselamatan, kebahagiaan

dan kesejahteraan; serta memberantas sifat

angkara murka, serakah dan tamak.

“Urip Iku Urup”

yang Artinya Hidup itu Nyala, Hidup itu

hendaknya memberi manfaat bagi orang

lain disekitar kita, semakin besar manfaat

yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik, tapi sekecil apapun manfaat yang dapat kita berikan, jangan sampai kita menjadi orang yang meresahkan masyarakat.

“Ngluruk Tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha”

yang artinya Berjuang tanpa perlu membawa

massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan; kekayaan atau keturunan; Kaya tanpa didasari kebendaan.

“Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra

Mundak Cilaka”

Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah; Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka.

“Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman”

yang artinya Jangan mudah terheran-heran;

Jangan mudah menyesal; Jangan mudah terkejut-kejut; Jangan mudah kolokan atau manja.

“Aja Ketungkul Marang Kalungguhan,

Kadonyan lan Kemareman”

yang artinya Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaandan kepuasan duniawi.

“Aja Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo”

yang artinya Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah; Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat.

“Aja Adigang, Adigung, Adiguna”

yang artinya Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti.

TUJUAN PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE:

1. Mempertebal Rasa Ketuhanan Yang Maha Esa.

2. Membentuk Manusia yang berbudi Luhur, tahu benar dan tahu salah.

3. Menanamkan jiwa kesatria, cinta tanah air dan bangsa Indonesia

4. Mempertinggi seni Pencak silat dengan berpedoman wasiat SH Terate

5. Mempertebal rasa cinta sesama

6. Memperkuat mental spiritual dan fisik warga PSHT khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya.

7. Mempertebal kepercayaan diri bagi setiap warga PSHT atas dasar Kebenaran.

WARGA PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE

Warga berasal dari kata :

1.Wani amarga: Dalam membela kebenaran.

2.Wedi amarga: Melakukan kesalahan.

3.Wibowo amarga: Perkataan dan kelakuan Bila menjadi warga hendaklah mampu mengamalkan apa yang telah diajarkan dalam PSHT yang sesuai dengan ke SH an,setidaknya bila menjadi seorang warga hendaklah membela kebenaran dan takut berbuat dosa.Menjadi seorang warga tidak perlu menyombongkan dengan apa yang telah didapatkannya,karena PSHT tidak pernah mengajarkan hal seperri itu dan belum tentu seorang yang telah menjadi warga bisa mengalahkan segala sesuatu karena diatas langit masih ada langit.Dalam PSHT seseorang yang lemah bisa menjadi kuat bila ia percaya kemampuan dan tindakannya sesuai dengan ketentuan dan atas ridho Allah swt,Karena hanya Allah sang penguasa seluruh alam semesta.Seorang yang lemah belum tentu memiliki sifat yang baik,memang orang yang lemah itu kelihatan seperti orang yang baik yaitu tidak suka melihat kekerasan dan terkadang suka mengalah walaupun pada soal yang prinsip.Sebenarnya orang yang lemah jiwanya tidak berani berbuat sesuatu seperti halnya orang yang berjiwa baik/kuat hatinya karena seorang yang berjiwa kuat akan bertindak/berbuwat lemah lembut.Seperti halnya dalam mengatasi suatu masalah yang sepele/ remeh ia selalu mengalah dan bila dalam masalah yang prinsip/besar ia mampu dan berani mengatasi masalah tersebut sekalipun menaruhkan jiwa raganya.

SIFAT-SIFAT ORANG/WARGA PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE :

SUSILA, SETIA, SENTOSA, SABAR DAN BENAR

ORA SAMARAN, ORA GUMUNAN, ORA KAGETAN.

TIDAK TAKUT RESIKONYA BILA BERLANDASKAN KEBENARAN. TABAH DALAM SEGALA COBAAN DAN PENDERITAAN, PERAMAH, MENCINTAI SESAMANYA. BERJIWA BESAR, KESATRIA, DAN BERBUDI LUHUR.

Catatan :

SUSILA, artinya : Sopan santun, Ramah tamah dimana pun, menghormati sesama manusia dan tidak melanggar Hukum

SETIA, artinya : Harus setia pada janji yang diucapkan, setia kejujurannya serta bertanggung jawab atas segala perbuatan yang dilakukannya.

SENTOSA artinya : Kuat lahir batinnya,tidak gentar menghadapi cobaan terhadap dirinya, dan Teguh pendiriannya.

SABAR artinya : Tidak tergesa-gesa dalam segala hal, pikir masak-masak sebelum dilakukan dalam menghadapi persoalan yang besar, rumit, kita lakukan dengan kepala dingin.

BENAR artinya :Sebelum melakukan/mengerjakan sesuatu pikir dahulu kebenarannya, diyakini, dilihat dengan panca indera.

LARANGAN-LARANGAN PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE

-Tidak boleh mendirikan latihan tanpa se

izin pelatih sesepuh atau pengurus.

-Tidak boleh sombong

-Tidak boleh merusak pager ayu (barang yang masih suci)

– Tidak boleh merusak pupus ijo/Turus ijo (barang milik orang lain)

-Tidak boleh berkelahi sesama warga sh terate.

BUKTI-BUKTI PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE

=>Jika akan sambung(latih tanding)di awali dengan berjabat tangan

=>Mong tinemong

=>Tidak sentimen

=>Kalau bertemu teman atau pelatih berjabat tangan

=>Jika sambung(latih tanding) dapat mengendalikan diri terhadap lawan.

TERATE memilik khasiat yang sangat besar. Terate merupakan tumbuhan air yang indah, asli dari daratan Asia. Biasanya terate dibudidayakan di

kolam, pot bunga, juga kadang-kadang

tumbuh di rawa-rawa.

Adapun beberapa manfaat dari terate

adalah sebagai berikut:

– Biji terate (lian zi), berkhasiat menurunkan

tekanan darah tinggi, tonik untuk jantung,

limpa, sistem reproduksi, penenang (sedatif), menguatkan limpa dan dan lambung.

-Tunas biji terate (lian zi xin),menghilangkan panas dalam di jantung,meredakan demam, menghentikan pendarahan, menghambat ejakulasi dini.

-Kulit biji terate, berguna menghentikan pendarahan, menghilangkan panas dalam di

lambung, serta mengeluarkan panas dan lembab dari usus.

-Benang sari (lian xu), meredakan panas jantung, menguatkan fungsi ginjal,menghambat ejakulasi dini, dan menghentikan pendarahan.

-Dasar bunga (receptacle), berguna menghancurkan bekuan darah,menghentikan perdarahan, dan menolak lembab.

-Tangkai terate (dari tangkai daun/lian geng dan tangai bunga/liang fang)

berkhasiat menurunkan tekanan dara (hipotensif), pereda demam, melancarkan kencing, tonik pada limpa.

-Daun terate (he ye), berkhasiat membersihkan

panas dan menghilangkan lembab,menaikkan Yang, dan menghentikan pendarahan. Dasar daun berkhasiat sebagai pereda demam dan menghilangkan lembab,menormalkan haid, dan menghuatkan kehamilan.

Jika dimakan mentah

-rimpang teratai (ou jie) – rimpang adalah bagian dari batang dan bagian-bagian lain yang bukan daun dan akar

– berkhasiat sebagai pereda demam mendinginkan rasa panas yang dalam, dan

menghancurkan darah beku. Jika dimakan setelah masak, berkhasiat menguatkan limpa,meningkatkan selera makan,penambah darah, membantu pertumbuhan otot, dan obat diare.

Tepung dari rimpang berkhasiat menghentikan pendarahan, penambah darah, serta mengatur fungsi ginjal dan limpa. AKar berkhasiat menghentikan pendarahan, membuyarkan darah beku, dan penenang Jadi, marilah saudara-saudaran kadang-

kadang SH Terate, jadilah manusia berbudi luhur tahu benar dan salah seperti bunga terate yang selalu memberi manfaat pada manusia, dari akar sampai daun dan bunganya semua memiliki manfaat. Tidak ada bagian dari bunga terate yang tidak ada manfaatnya. Maka kita sebagai manusia

SH Terate pun akan selalu bermanfaat. Bunga terate dapat tumbuh di mana pun,

selalu tampak indah, sekalipun tumbuh di comberan Pun. demikian halnya dengan kita, manusia SH Terate pun akan dapat bersinar dan harus bersinar dalam kondisi bagaimanapun dan di tempat seperti apapun, dapat menyinari sekitarnya dan bermanfaat bagi lingkungannya serta menjadi sosok yang selalu dapat dijadikan panutan dan indah dipandang orang, seperti semboyan kita”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s